
Harga tanah urug Jogja dan sekitarnya umumnya tidaklah semahal harga pasir maupun material untuk keperluan bangunan lainnya. Tanah urug sendiri merupakan salah satu material yang sangat penting untuk pembangunan. Baik itu pembangunan rumah, gedung, hingga untuk membangun berbagai fasilitas umum lainnya.
Lalu apa sebenarnya fungsi tanah urugan ini dalam pembangunan? Pada dasarnya tanah urugan berfungsi untuk membuat posisi bangunan menjadi lebih tinggi daripada permukaan tanah sekitarnya. Kemudian, tanah urugan juga berguna dalam konstruksi awal dalam proses pembangunan gedung atau rumah tersebut.
Penggunaan tanah ukuran tersebut akan membuat permukaan bangunan menjadi lebih tinggi sehingga akan membuat bangunan terhindar dari banjir saat musim penghujan. Selain itu, tanah urugan juga mampu memperkokoh pondasi bangunan serta menstabilkan kontur tanah. Hal tersebut tentu sangat penting untuk bangunan.
Harga Tanah Urug Jogja Setiap Jenisnya
Tanah urug untuk mengurug suatu tempat tentu tidak boleh sembarangan. Akan tetapi harus menggunakan tanah yang memiliki kriteria-kriteria tertentu. Kriteria tersebut misalnya yaitu tanah urug harus memiliki tekstur yang cenderung remah, struktur tanahnya berupa butiran, tanah bebas dari humus.
kemudian material tanahnya bukan berupa lumpur, tanah urugan bersih dari sampah dan tidak mengandung batu yang berdiameter lebih dari 10 cm. Tanah urug sendiri juga memiliki beberapa jenis yang berbeda. Umumnya yaitu terdapat jenis tanah urug merah, padas, dan juga semi padas atau tanah liat.

Berikut adalah penjelasan jenis tanah urug tersebut:
Tanah Merah
Sesuai dengan namanya, tanah urug merah atau laterit merupakan tanah yang secara fisik memiliki warna coklat kemerah-merahan. Umumnya tanah ini terbentuk di lingkungan yang lembab, tergenang air dan dingin. Tanah ini banyak terdapat di daerah pantai hingga pegunungan tinggi dan tersebar di berbagai lahan di Indonesia.
Harga tanah urug Jogja ini cukup terjangkau. Tanah merah sendiri memiliki beberapa karakteristik seperti tekstur yang cukup padat dan kokoh, mudah menyerap air, mengandung bahan organik sedang. Memiliki profil tanah yang dalam, memiliki kandungan zat besi, dan aluminium serta memiliki pH netral sampai asam.
Tanah Padas
Jenis selanjutnya yaitu terdapat tanah padas yang juga bisa ditemukan hampir di seluruh daerah di Indonesia. Tanah padas ini memiliki karakteristik tingkat kepadatan yang sangat tinggi. Teksturnya sangat kokoh namun sulit untuk menyerap air. Karena itu, orang-orang hampir tidak mau memanfaatkannya untuk sektor pertanian.
Kebanyakan tanah padas digunakan sebagai pondasi bangunan berukuran besar seperti gedung yang bertingkat. Tanah padas sendiri memiliki kandungan organik tanah yang rendah. Hal tersebut karena mineral di dalamnya dikeluarkan oleh air yang ada di lapisan atasnya. Harga tanah urug Jogja ini mulai dari ratusan ribu rupiah.
Tanah Semi Padas
Terakhir terdapat jenis tanah semi padas atau yang biasa orang-orang sebut sebagai tanah liat. Tanah liat merupakan tanah yang berasal dari perpaduan antara batuan kapur dan pasir. Tanah ini juga seperti campuran tanah merah dan padas. Faktor pembentukannya yaitu hujan yang terjadi secara tidak merata sepanjang tahun.
Tanah liat bisa kita manfaatkan sebagai bahan baku kerajinan tangan dan material bangunan seperti batu bata dan genteng. Selain itu, tanah semi padat atau tanah liat ini juga memiliki tingkat kesuburan yang cukup baik. Sehingga tanah ini juga layak untuk keperluan bercocok tanam.
Itulah beberapa jenis tanah urug yang paling umum. Untuk harga tanah urug Jogja tentunya bisa berbeda-beda tergantung penjual dan kualitas tanah.
Jika Anda tertarik untuk mengakses informasi lebih lanjut mengenai jual tanah kavling murah di Jogja, Anda bisa mengaksesnya di website kami https://jualtanahjogja.com/ . Anda juga bisa klik link WhatsApp di https://wa.me/6281929391979 (Savira) untuk terhubung langsung dengan tim kami.