
Tanah dijual di Yogyakarta ada yang berupa kavling dan lahan terbuka. Paling banyak yang ditawarkan adalah sudah berbentuk kavling, jadi sudah pasti ukuran, lokasi serta batas-batasnya.
Hal ini memudahkan calon konsumen membeli karena lahan besar yang kemudian sudah dikavling harganya lebih terjangkau. Konsumen saat ini juga lebih memilih lahan yang sudah dikavling karena lebih praktis.
Bagi Anda yang tertarik untuk membeli tanah di wilayah Yogyakarta ada baiknya mempelajari bentuk-bentuknya terlebih dahulu sebelum membeli. Di bawah ini penjelasan masing-masing bentuk kavling paling umum sebagai bahan pertimbangan Anda.

6 Bentuk Tanah Dijual di Yogyakarta
Mengetahui bentuk kavling tanah akan memudahkan Anda membuat denah bangunan. Baik untuk hunian pribadi atau tempat usaha. Berikut 6 bentuk kavling tanah yang umum di Yogyakarta.
- Standard Lot
Bentuk pertama tanah dijual di Kota Yogyakarta adalah standard lot. Ini merupakan bentuk paling umum serta banyak ditemui di berbagai iklan penawaran. Kavling tanah ini bentuknya persegi atau persegi panjang.
Bagian depan sampai ke belakang bentuknya sama, sehingga jika dibangun menjadi hunian pribadi bisa dibuat denah yang presisi. Anda bisa memanfaatkannya untuk membangun rumah atau toko dengan bentuk bangunan standar.
- Irregular
Tipe kedua adalah Irreguler bisa dibilang kebalikan dari sebelumnya yaitu standard. Kavling tanah dijual di Kota Yogyakarta ini justru tidak beraturan bahkan ada yang seperti kepingan puzzle.
Umumnya kavling Irreguler ini dibandrol dengan harga lebih murah dibanding standard. Karena tidak standard, Anda bisa bereksplorasi membuat denah antimainstream. Meski tidak presisi tapi biasanya menyisakan lahan kosong lebih luas untuk dijadikan sebagai taman.

- Corner
Tipe selanjutnya disebut corner karena bersentuhan langsung dengan dua ruas jalan yang saling bersimpangan. Bagian lot atau sisi yang bersinggungan dengan ruas jalan simetris, sedangkan bagian lainnya belum tentu simetris.
Bagian pojok atau corner seperti ini biasanya memiliki lebihan tanah sehingga ukuran luasnya lebih besar dibanding lot lainnya. Di atasnya Anda bisa membuat bangunan tipe 45 atau yang lebih besar.
- Rear-Loaded
Tipe tanah dijual di Yogyakarta selanjutnya adalah rear-loaded. Tipe ini memiliki bentuk memanjang, umumnya jika dibangun menjadi rumah maka pintu utama justru akan diletakkan di bagian belakang atau samping sebab bagian depannya menyempit.
Namun demikian, Anda bisa membuat denah yang sesuai kebutuhan dan tetap menempatkan pintu pada bagian depan jika menginginkan model berbeda. Atau memfungsikan area depan sebagai taman dan teras, lalu bagian belakang rumah utama.
- Flute
Flute pada dasarnya setipe dengan Rear-loaded yaitu bentuknya memanjang, bedanya tipe flute tidak selebar Rear-loaded. Kavling tanah ini mirip dengan suling yaitu panjang dan sempit dari depan hingga belakang.
Meski seolah sempit memanjang, tapi tipe flute ini bisa dibangun rumah dua lantai sehingga tetap menghasilkan bangunan fungsional. Anda juga bisa memanfaatkannya untuk ruko jika lokasinya berada di area strategis.

- Squat
Squat merupakan tipe paling kecil dibanding kavling tanah lainnya dengan harga lebih terjangkau. Meski terbilang kecil tapi ukurannya bisa mencapai 295m2. Tanah seluas ini bisa dibangun menjadi rumah 1 lantai dengan dua sampai 3 kamar tidur.
Tipe squat juga bisa difungsikan untuk toko atau ruko full bangunan. Apalagi jika posisinya di depan jalan utama, prospek pengembangannya akan sangat menguntungkan untuk jangka panjang.Keenam tipe tanah kavling berdasarkan bentuk ini bisa Anda cocokkan dengan iklan penawaran jual beli tanah. Dengan pengetahuan ini Anda bisa memlei tanah dijual di Yogyakarta secara efektif dan efisien.
Jika Anda tertarik untuk mengakses informasi lebih lanjut mengenai tanah dijual di yogyakarta, Anda bisa mengaksesnya di website kami https://jualtanahjogja.com/ . Anda juga bisa klik link WhatsApp di https://wa.me/6281929391979 (Savira) untuk terhubung langsung dengan tim kami.