
Beli tanah di Yogyakarta memiliki prospek positif terutama jika tujuannya untuk investasi. Untuk dibangun sebagai hunian pribadi juga tak kalah menjanjikan sebab sangat nyaman baik dari lingkungannya maupun keramahtamahan orang sekitar.
Bagi Anda yang ingin membeli tanah di Jogja untuk investasi perlu memperhatikan lokasinya. Secara umum hampir semua sudut kota ini sebetulnya bisa dimaksimalkan untuk lokasi usaha.
Meski demikian ada lokasi khusus yang prospek masa depannya lebih baik dibanding lokasi umum lainnya. Penjelasan di bawah ini akan jadi pertimbangan bagi Anda sebelum menentukan lokasi pembelian tanah.
5 Lokasi Beli Tanah di Yogyakarta Paling Menguntungkan
Umumnya harga tanah dipengaruhi oleh lokasinya. Semakin strategis dan dekat dengan pusat bisnis harganya makin mahal. Sama seperti di kota Jogja, lokasi-lokasi tertentu lebih mahal tapi prospeknya lebih menguntungkan.

- Dekat Pusat Kota
Lokasi paling prospek yang pertama adalah dekat dengan pusat kota. Perkotaan merupakan sentral aktifitas masyarakat karena mudah dalam mendapatkan sarana transportasi dan pemenuhan kebutuhan hidup.
Anda bisa beli tanah di Yogyakarta dekat dengan Malioboro dimana ini merupakan wilayah ramai wisatawan dan dekat dengan pusat bisnis. Anda bisa membangun kost atau penginapan karena pasti akan laku keras.
- Dekat Kampus
Lokasi selanjutnya adalah dekat dengan kampus. Tidak harus universitas terkenal seperti UGM, UII atau UNY. Wilayah sekitar ringroad utara yang berdekatan dengan UPN juga sudah sangat prospek dan menguntungkan.
Setiap kampus pasti menyerap mahasiswa dari berbagai wilayah nusantara. Kebutuhan paling pokok mahasiswa tentunya adalah tempat tinggal, tempat makan, serta kebutuhan penunjang harian lainnya seperti pakaian dan obat-obatan.
Jika Anda memutuskan untuk beli tanah di Yogyakarta sekitar kampus bisa dimanfaatkan untuk membangun kost, minimarket, toko ATK, toko obat dan warung makan. Tidak perlu mewah, selama bersih dan memadai pasti banyak peminatnya.

- Dekat Perhotelan
Kawasan dekat dengan perhotelan juga menjadi prospek menjanjikan jangka panjang. Anda bisa membeli tanah dekat dengan hotel dan penginapan baik bintang 5 maupun sekelas melati prospek bisnisnya sama-sama menguntungkan.
Anda bisa memanfaatkannya untuk membuka jasa laundry, membuka kedai makanan dan minuman atau kafe. Lebih sederhana lagi Anda bisa membuka toko cinderamata khas Jogja. Umumnya pengunjung hotel dari luar daerah membutuhkan cinderamata sebagai oleh-oleh.
Membuka kedai makan khas kuliner Jogja juga tidak kalah menguntungkan. Tidak sedikit pengunjung hotel bosan dengan menu yang disajikan. Terutama wisatawan dari luar daerah DIY pasti ingin mencicipi kuliner khas setempat.
- Daerah Kabupaten Gunung Kidul
Daerah prospek berikutnya adalah pinggiran DIY salah satu contohnya kabupaten Gunung Kidul. Kabupaten ini cukup jauh dari hiruk-pikuk perkotaan, tapi jika ingin ke pusat kota Jogja masih termasuk dekat.
Keistimewaan kabupaten ini adalah banyaknya obyek wisata pantai. Anda bisa beli tanah di Yogyakarta dekat dengan kawasan pantai untuk dibangun resort, penginapan atau rumah makan. Ketiganya belum banyak ditemui di sekitar obyek pantai jadi pastinya ramai peminat.
- Wilayah Obyek Wisata
Satu lagi tanah paling potensial mendatangkan keuntungan dan prospek jangka panjang adalah sekitar obyek wisata. Ada banyak sekali obyek wisata di Jogja seperti taman bermain, pusat belanja, museum, keraton, hingga wisata alam.
Wilayah dekat dengan obyek wisata bisa dimanfaatkan untuk apa saja dan pasti menguntungkan. Anda bisa membuka jasa penitipan kendaraan, rumah transit atau penitipan barang, kafe, penginapan dan sebagainya.
Memiliki lahan baik luas atau sempit bisa tetap menguntungkan jika lokasinya strategis. Jika Anda beli tanah di Yogyakarta sesuai 5 kriteria di atas pasti akan sangat menguntungkan.
Jika Anda tertarik untuk mengakses informasi lebih lanjut mengenai tanah di Jogja, Anda bisa mengaksesnya di website kami https://jualtanahjogja.com/ . Anda juga bisa klik link WhatsApp di https://wa.me/6281929391979 (Savira) untuk terhubung langsung dengan tim kami.