Jual Rumah Limasan Bekas
Jual Rumah Limasan Bekas

Banyak orang kerap mencari informasi terkait jual rumah limasan bekas karena memang tertarik dengan arsitekturnya. Tidak heran banyak orang merasa tertarik karena pada dasarnya bangunan ini merupakan bangunan tradisional yang kental kebudayaan.

Indonesia sendiri merupakan negara yang sangat kaya dengan beragam budaya serta arsitektur. Sehingga sudah selayaknya bangunan-bangunan seperti ini memiliki nilai jual tinggi bagi para pemiliknya.

Mengenal Tentang Rumah Limasan Berikut

Sebelum membahas lebih jauh mengenai jual rumah limasan bekas, sebaiknya Anda kenali dahulu bangunan satu ini. Nama “limasan” sendiri secara harfiah mengacu pada bentuk atap dari bangunan ini sendiri.

Bentuknya menyerupai limas, yaitu segiempat tumpul dengan empat sisi segitiga sama kaki pada bagian atasnya. Kemudian pada bagian bawah terdapat emperan dengan fungsi sebagai batas antara bagian utama rumah dengan teras. 

Jual Rumah Limasan Bekas
Jual Rumah Limasan Bekas

Selain bentuk fisiknya, bangunan ini juga memiliki makna serta filosofi dalam struktur juga fungsinya. Menurut prinsip kekijing, bangunan ini memiliki lima tingkatan usia, pangkat, jenis kelamin, bakat, serta martabat dari penghuninya. 

Tingkat pertama disebut sebagai pagar tenggalung, yaitu ruangan luas tanpa dinding pembatas sebagai tempat menerima tamu. Kemudian ada jogan di tingkat kedua sebagai tempat berkumpul para anggota keluarga laki-laki.

Tempat ketika bernama kekijing serta memiliki privasi lebih tinggi dari ruangan-ruangan sebelumnya. Biasanya kekijing digunakan oleh para tamu undangan khusus saat penghuninya mengadakan acara resmi.

Sebelum Jual Rumah Limasan Bekas, Hindari Penyebab Harganya Pembeli Tawar Rendah

Ketika seseorang menjual aset propertinya, tentu tawar menawar sudah menjadi hal biasa. Tetapi, hindari beberapa penyebab ini agar rumah Anda tidak pembeli tawar terlalu rendah:

  1. Lokasinya Berada di Jalan Utama

Penyebab pertama bangunan hunian mendapat tawaran rendah adalah karena lokasinya yang ada di jalan utama. Meskipun beberapa orang menganggap bahwa lokasi di pinggir jalan justru bisa memudahkan akses untuk kemana saja.

Hanya saja beberapa orang lainnya juga beranggapan bahwa rumah di lokasi seperti ini akan lebih bising akibat aktivitas lalu lintas. Selain itu, tindak kejahatan juga lebih rawan terjadi karena aksesnya yang begitu mudah.

  1. Memiliki Warna Cat Mencolok

Selain itu, perhatikan juga warna cat sebelum jual rumah limasan bekas, karena warna mencolok jarang disukai. Warna cat yang terlalu mencolok dan terang biasanya membuat pembeli kehilangan ketertarikannya.

Hal itu karena mereka sudah pasti memikirkan biaya yang harus keluar untuk mengecat ulang seluruh tembok itu. Sehingga ada baiknya menggunakan wana-warna netral saja pada rumah sehingga tidak jauh dari keinginan pasar.

  1. Kerusakan Pada Kamar Mandi

Selanjutnya, Anda juga harus memperhatikan mengenai kondisi kamar mandi sebelum jual rumah limasan bekas. Kamar mandi sendiri merupakan salah satu ruangan penting dalam sebuah hunian. Survei kamar mandi tidak akan luput dari penilaian suatu rumah bekas.

Oleh karena itu, pastikan kondisi kamar mandi dalam keadaan baik ketika akan menjualnya. Jangan biarkan calon pembeli harus melakukan renovasi besar-besaran dan membuat mereka menarik niatnya untuk membeli hunian Anda.

  1. Buruknya Tata Letak Ruang

Penyebab rendahnya tawaran suatu hunian berikutnya adalah terkait tata letak ruangannya. Biasanya orang-orang lebih menyukai hunian dengan denah lapang sehingga lebih mudah untuk mengatur furniture ataupun barang-barang lainnya. 

Tidak hanya buruknya tata letak ruang, penempatan hal-hal kecil yang kurang sesuai juga bisa mengurangi minat. Misalnya saja seperti pintu susah terbuka atau penempatan soket listrik kurang sesuai.

  1. Berlokasi di Tempat Rawan Bencana

Selain karena berlokasi di jalan utama, proses jual rumah limasan bekas juga bisa terganggu jika lokasinya di tempat rawan bencana. Karena siapa yang mau tinggal di suatu wilayah dengan risiko bencana tinggi bukan.

Sudah dapat dipastikan rumah akan ditawar rendah jika lokasinya termasuk rawan bencana. Bahkan beberapa bank menolak pemberian KPR kepada rumah dengan lokasi seperti ini. Sehingga calon pembeli juga akan kesulitan untuk mengajukan KPR.

  1. Tidak Memiliki Garasi

Garasi adalah salah satu nilai tambah dari suatu rumah karena kebanyakan orang apalagi jika memiliki kendaraan pribadi. Rumah tanpa garasi biasanya akan ditawar rendah oleh calon pembeli karena bagaimanapun tidak sesuai dengan kebutuhan pembeli.

Dari penjelasan di atas, Anda bisa belajar serta mengantisipasi penyebab-penyebab di atas. Dengan begitu, proses jual rumah limasan bekas milik Anda juga bisa berjalan lancar dan mendapatkan tawaran harga tinggi.

Jika Anda tertarik untuk mengakses informasi lebih lanjut mengenai ruma, tanah, dan bangunan komersil lainnya di Jogja, Anda bisa mengaksesnya di website kami https://jualtanahjogja.com/ . Anda juga bisa klik link WhatsApp di https://wa.me/6281929391979 (Savira) untuk terhubung langsung dengan tim kami.

Reset password

Enter your email address and we will send you a link to change your password.

Powered by Estatik